CONTOH CERPEN

BELAJAR BERBISNIS

Suatu ketika pulang sekolah ,huufftt udara sangat panas . Hari ini puasa yang ke 10, Alhamdulillah aku belum ada halangan untuk tidak puasa . Aku melihat kakak perempuanku Mbak Tari namanya bersama Ibuku yang sedang duduk di seblah ruang dapur , tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan.
Aku menghampiri kakak dan ibuku .
Aku bertanya ,”sedang apa bu?”
“Ini sedang ngobrol sama mbakmu , ngomongin soal roti parsel kemarin itu”. Jawab ibuku
“Hah ,roti parsel yang mana bu? Sepertinya aku tidak mengetahui”. Tanyaku keheranan
“Hallah adik itu ,yang kemarin mbak bahas itu lho. Mas Haris itu nawarin mbak “mau ambil barang parsel lebaran enggak, Ma?” lalu mbak kan jawab “barang apa, Yah?” dan kata Mas Haris wujudnya roti parsel” . Sahut kakakku
Aku bertanya “dijual mbak? Isi berapa satu parse?”
“iya lah, isi 6 macam roti”. Jawab kakakku
“lalu ,mbak mau coba ambil enggak? Kayaknya adik bias coba jualin?” sahut aku
Kakakku pun menjawab “Ya enggak apa-apa, mbak coba anbil dech . Mbak nyoba nawarin ke temen kerja mbak di perusahaan . Emang kamu mau jual dimana ,dik?”
“emmm….,di sekolah ku mbak . Mau nyoba nawarin ke guru-guru sekolah adik . Gimana mbak?” jawab ku
“Oke , nanti malam mbak telefon Mas Haris untuk kirim contoh parselnya dulu biar untuk sample ,tapi…., adik sendiri lho yang jual ke guru entar uangnya juga buat adik sendiri?” sahut kakakku
“Iya mbak, tapi adik ragu . Takut aja kalau enggak boleh jualan lalu entar kalu enggak ada yang pesen gimana?” jawabku dengan ragu
“Ya…..enggak mungkin kalau enggak boleh ,tapi adik jualnya waktu istirahat pasti boleh . Enggak mungkin kalau guru bakal marah ke adik ,malah mungkin guru bias seneng lihat adik bias jualan kayk gitu . Malah bisa buat nambah-nambahin uang saku adik juga to? Kalau enggak ada yang pesen juga enggak apa-apa, kan lagi brlajar bisnis . Dicoba dulu aja dik?” jawab kakakku menimpali .
“Iya juga ya mbak . Ya sudah coba besuk adik Tanya guru dulu” .
Malam pun tiba , jegreeg….thuit…thuit suara alarmmobil Mas Haris dating . Roti parsel pun dihantar ke rumah . Aku ,ibu dan kakak ikut membantu memindahkan roti-roti parsel dari dalam mobil ke dalam rumah . Tidak lama kemudian bapak pulang kerja , dan ia pun keheranan melihat tumpukan roti parsel di ruang tamu .
Bapak pun bertanya kepada kakak perempuanku .
“Ri, apa ini? Kok banyak banget roti parsel, untuk apa?”
“Iya Pak , ini mau usaha berbisnis jual roti parsel buat lebaran. Barng kali menguntungkan dan bias buat belajar berbisnis. Hehheheh” jawab kakakku
“Wallah… pada mau belajar berbisnis to? Ya enggak apa-apa bapak dukung” jawab bapak dengan bangga .

Aku yang dari dapur , membawa air minum untuk bapak sambil berkata,

“Iya Pak , ditawari ke DPR tempat bapak bekerja saja Pak?” sahut aku
“Wah…wah..wah, Nurul juga mau belajar bisnis to? Iya enggak apa-apa Nurul tawarin disana saja, barangkali laku banyak” jawab bapak dengan nada senang .
“Hahhahh..haha..hahaaha……..ha”
Kita semuapun tertawa dengan ide ku dan tanggapan dari bapak .

Pagi harinya ,kakakku pun menawarkan roti parsel di perusahaan tempat ia bekerja , banyak mereka yang memesan roti . Tak terkecuali di DPR tempat bapak bekerja , sebagian besar dari anggota DPR pun banyak yang memesan roti parsel . Dari DPR saja sudah 35 parsel, itupun belum dari perusahaan kakakku yang sekitar 50an lebih roti parsel . Aku pun di pagi itu menanyakan ijin jualan kepada Bu Nuning salah satu guru IPS di sekolahku . Pada saat Bu Nuning mengajar di kelas, kebetulan aku duduk tepat didepan meja guru .
“Maaf bu sebelumnya, saya mau tanya . Kira-kira kalau mau menawarkan roti parsel lebaran kepada Bapak/Ibu guru bisa enggak ya ,bu?” tanyaku kepada Bu Nuning
“Parsel lebaran wujudnya apa mbak?” Tanya Bu Nuning kepada ku dengan penasaran
Aku pun menjawab dengan perasaan dag..dig…dug…derrr…..
“Roti parsel lebaran bu? Isinya 6 macam disetiap parsel”
“Ooww… Iya boleh saja . Mungkin saja guru-guru disini ada yang tertarik . Ibu sendiri pun mau . Mana ibu lihat? Apa sekarang sudah dibawa Mbak Nurul?” sahut Bu Nuning .
Yes…aku senng sekali mendengar Bu Nuning menerima penawaranku dengan baik .
Aku pun menjawab
“Wah…,tidak saya bawa bu . Besok saja ya bu saya bawa?”
“Ooh…,Iya besok ditawarin ke guru kantor saja Mbak Nurul . Sekalian entar coba saya woro-woro ke temen-temen guru” .
Dengan sangat senang aku berkata
“Terimakasih ya ,bu?”
“Iya sama-sama, jangan lupa Mbak Nurul besok dibawa” kata Bu Nuning
“Iya ,bu” jawabku seraya ku tersenyum memandang Bu Nuning .

Pulang sekolah ku lihat ibu sedang di ruang keluarga bersama kakakku . Aku menceritakan semua yang terjadi di sekolah kepada Ibu dan kakakku .
Aku berkata,”Mbak …Adik tadi udah coba Tanya ke guru , kalau kira-kira nawarin roti parsel bisa enggak gitu? . Ternyata sama Bu Nuning boleh mbak . Jadi besuk adik disuruh bawa barangnya?”
Ibu menjawab dengan senyuman,“heeemmbb….”
“Bagus dong dik? . Ya besuk dibawa samplenya , supaya besuk mbak yang antar kamu ke sekolah” jawab kakakku
“Iya mbak, gimana dengan mbak?” Tanya ku kepada kakakku
“Aku dapat kira-kira 50an pesanan ,dik . Ibu juga dapat pesanan orang kampong?” jawab kakakku
“Wahh… banyak ya ,mbak?”
“Iya, ini tadi saja sudah ada tambahan punya bapak jadi 43 parsel ,dik”
“wahh..wahh. ,di data saja mbak”
“Iya nih, sudah kok”.

Berawal dari coba-coba menjual roti parsel lebaran , pesanan pun membludak banyak . Ada yang langsung bayar dan bawa barang , ada pula yang memesan dan kemudian ambil barang sekalian membayar dengan ketentuan tanggal . Pagi hari, aku bergegas berangkat sekolah dengan membawa sample roti parsel yang akan di tawarkan dan aku pun berangkat dihantar kakakku
Sesampainya di sekolah , aku taruh sample roti parsel tersebut di kantor guru . Aku pun menitipkan pada salah seorang gurung dikantor .
Aku berkata,”Pagi bu…., Maaf bum au nitip roti parsel pesannanya Bu Nuning?”
Guru tersebut pun menjawab,”Iya mbak masuk . Oh pesannanya Bu Nuning taruh sini saja mbak ! ini dijual?”
“Iya bu?” jawabku , Karena tergesa-gesa aku pun langsung pamit .
“Titip dulu ya bu, nanti istirahat saya kembali lagi”.
“Oh… Iya –iya mbak”
“Mari bu”
“Ya”

Theeth…theeeth…, bunyi bel tanda istirahat pun berbunyi . Aku segera bergegas membereskan buku –bku pelajaran untuk ditata rapid an di masukkan ke laji meja , kemudian ku langkahkan kaki menuju kantor . Dengan perasaan yang tak menentu . Dalam batin ku , aku berdoa dan berharap “Ya Allah…,semoga tercurahkan rizki mu kepadaku lewat guru-guruku”. Amien . Dengan setiap langkah kaki ku ucapkan doaku .
Sesampainya di kantor, guru telah menyambutku . Dengan getaran setiap kataku dan seiring detak jantungku , aku persiapkan jawaban setiap pertanyaan guru .
Dari sudut pintu kantor, aku melihat Bu Nuning sedang bercengkrama dengan guru-guru lain . aku segera bergegas menemui Bu Nuning dengan secarik kertas yang ku selipkan di saku bajuku dan ku menggegam erat bolpoint di tanganku . Aku ketuk pintu kantor
Thok…thokk…thok
“Assallamualaikum” kataku
“Wa’alaikumusallam” jawab guru-guru dikantor
Pandanganku telah tertuju pada Bu Nuning , seakan ia mengetahui apa yang harus aku lakukan . Dengan bantuan Bu Nuning ia membimbingku seraya berkata,
”Mbak langsung menawarkan saja”
Akupun menjawab dengan anggukan dan segera mengalami tawaran .
“Selamat siang bu !” sapa ku kepada guru-guru kantor
“Siang..” jawab guru-guru
Aku berkata,” Saya mau menawarkan parsel lebaran . Berbentuk roti parsel, dengan setiap parsel terdiri dari 6 macam . Tersedia paket 1=dengan harga Rp. 80.000 ; paket 2=dengan harga Rp. 75.000 ; paket 3=dengan harga Rp. 70.000 . Barang kali ada Bapak/Ibu guru yang tertarik untuk memesan”
“Wah, ini to bakule roti” sahut salah guru yang mengajak bercanda kepada ku .
Guru-gurupun mendekat kepadaku untuk melihat roti parsel yang ku bawa tersebut .

Kemudian mereka memesan , ada yang langsung minta pesanan 3 langsung dibayar . Ada pula yang memesan dan dibayar dengan ketentuan tanggal . Bu Nuning pun menyarankan kepadaku .
“Ditulis mbak , supaya tidak lupa ! Udah bawa kertas dan bolpointnya belum?”
“Udah bu, Iya ini sudah saya tulis . Yang beliau itu namanya siapa bu?”
“Itu Ibu Giati guru PKn . Ini Bu Giarti sudah ngasih uang pesan yang paket 1, dan minta dikirim tanggal 18 . Ditulis dulu mbak ! Ibu nuning pesan yang paket 1 , satu dulu ya dan yang paket 2 juga satu dulu mbak . Jangan lupa ditulis !” kata Bu Nuning kepadaku.
“Iya bu” jawabku kepada Bu Nuning .
Selain Bu Nuning dan Bu Giarti juga masih banyak yang memesan parsel , aku pun sampai kualahan mendata .

Theeth…theeth…, tiba-tiba bel masuk pun berbunyi . Huuuffftt …, keasyikan nawarin ke guru sampai lupa waktu . Akupun segera pamit kekelas kepada guru-guru dikantor . Sesampainya dikelas , aku ditanya sama teman-teman .
“Dari mana ,Rul? Aku nyari kamu kok enggak ada ?” Tanya Desta teman sebangku ku
“Dari kantor , Des . Tadi nyari aku ya? Maaf ya..” Jawabku
“Iya enggak apa-apa. Ngapain di kantor?” Tanya desta lagi penasaran
Aku pun menjawab,”Nawarin parsel roti lebaran buat guru-guru . Siapa tau tertarik , kan lumayan entar hasilnya bisa buat beli buku pelajaran . Iya enggak ,Des?”
“Iya Rul, bagus tuh belajar bisnis ya ? Entar aku lihat rotinya ya? Hehehe..” sahut Desta sambil tersenyum
“Iya ..tapi beli lho? Hehehhe” candaku kepada Desta
“Haahahah … siap” celoteh Desta kepadaku

Theeth…theeth…theth.., bel tanda pulang sekolah pun berbunyi. Aku bergegas pulang sekolah dan mengambil roti parsel yang aku titipkan di kantor tadi . Sesampainya di rumah , aku bercerita kepada kakakku, semua pesananpun di data .
Keesokan harinya , keesokannya lagi dan berlanjut pagi lagi, pesanan dari guru sekolah pun bertambah menyusul . Dari pesanan Bu Nuning yang hanya dua parsel menjadi enam parsel roti . Ada pula yang semula tidak pesan menjadi langsung pesan dua prsel roti dan langsung dikasih uang pula .
Pendataan pesanan terus berlanjut hingga hari dan tanggal pengiriman barang . Alhamdulillah hasil dari penjualan roti tersebut sangat berguna bagi ku . Yeah, walaupun untungnya cuma sedikit , tetapi aku senang karena dari penjualan tersebut aku bisa sedikit membantu orang tuadalam mencukupi kebutuhan pribadi dan kebutuhan sekolahku . Aku sangat bangga ,karena aku bisa membeli buku pelajaran sekolah dari jeri payah ku sendiri, dengan ini aku bisa belajar hidup berbisnis dan hasilnya bisa menambah uang sakuku .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s